
Kejang pada anak balita adalah kondisi yang sangat mengkhawatirkan bagi orang tua. Biasanya terjadi secara tiba-tiba dan dapat membuat panik. Kejang pada balita paling sering disebabkan oleh demam tinggi, yang disebut kejang demam (febrile seizure). Meskipun terlihat menakutkan, kejang demam pada umumnya tidak berbahaya dan bisa sembuh tanpa komplikasi. Namun, penanganan awal yang tepat sangat penting untuk menjaga keselamatan anak.
Tanda-Tanda Anak Mengalami Kejang
- Tubuh kaku atau kejang-kejang (tangan dan kaki berkedut)
- Mata mendelik ke atas
- Tidak responsif selama beberapa detik hingga menit
- Kadang disertai dengan napas terengah atau bibir membiru
- Setelah kejang, anak tampak lelah atau tertidur
Langkah Pertolongan Pertama Saat Anak Kejang
- Tetap Tenang
Meskipun panik adalah reaksi alami, cobalah untuk tetap tenang agar bisa memberikan bantuan dengan benar. - Pindahkan Anak ke Tempat Aman
Letakkan anak di lantai atau permukaan datar yang aman, jauh dari benda tajam atau keras yang bisa melukai. - Miringkan Tubuh Anak
Posisikan anak menyamping (posisi pemulihan) agar jalan napas tetap terbuka dan mencegah muntahan masuk ke paru-paru. - Longgarkan Pakaian
Longgarkan pakaian yang ketat di sekitar leher dan dada agar anak bisa bernapas dengan lebih lega. - Catat Waktu Kejang
Perhatikan dan catat berapa lama kejang berlangsung. Kejang demam biasanya berlangsung kurang dari 5 menit. - Jangan Masukkan Apapun ke Mulut Anak
Jangan mencoba membuka mulut anak atau memasukkan benda apapun, karena bisa melukai atau membuat anak tersedak. - Setelah Kejang Berakhir
Setelah kejang berhenti, anak biasanya akan tertidur. Biarkan ia beristirahat, dan tetap awasi kondisinya.
Kapan Harus Segera ke Dokter atau Rumah Sakit?
Segera bawa anak ke dokter atau IGD jika:
- Kejang berlangsung lebih dari 5 menit
- Anak belum sadar setelah 10 menit
- Kejang terjadi tanpa demam
- Anak sulit bernapas atau kulit membiru
- Ini adalah kejang pertama anak
Langkah Pencegahan Kejang Demam
- Pantau suhu tubuh anak jika sedang demam
- Berikan obat penurun demam sesuai anjuran dokter
- Kompres dengan air hangat (bukan dingin) untuk menurunkan suhu
- Pastikan anak cukup minum agar tidak dehidrasi
Kesimpulan
Kejang pada balita bisa menakutkan, tetapi dengan penanganan yang tenang dan tepat, sebagian besar kasus tidak berbahaya. Kenali tanda-tandanya, lakukan pertolongan pertama, dan jangan ragu untuk mencari bantuan medis jika diperlukan. Kesiapan orang tua adalah kunci dalam menghadapi situasi darurat seperti ini.
Leave a Reply