
Gizi buruk adalah kondisi serius yang terjadi ketika tubuh tidak mendapatkan asupan nutrisi esensial yang cukup, atau sebaliknya, terlalu banyak nutrisi tertentu, sehingga menyebabkan kerusakan pada fungsi tubuh. Meskipun seringkali identik dengan anak-anak di negara berkembang, gizi buruk bisa menyerang siapa saja, dari bayi hingga lansia, dan seringkali tidak disadari hingga dampaknya menjadi parah.
Mengenali tanda-tanda gizi buruk sejak dini sangatlah krusial untuk mencegah komplikasi serius dan memastikan penanganan yang tepat. Lalu, apa saja tanda-tanda yang perlu kita waspadai?
Tanda Fisik yang Terlihat Jelas
Perubahan pada tubuh seringkali menjadi indikator pertama adanya gizi buruk.
- Penurunan Berat Badan Drastis atau Gagal Naik Berat Badan (pada Anak): Ini adalah tanda paling kentara. Pada orang dewasa, penurunan berat badan yang tidak disengaja dan signifikan adalah alarm. Pada anak-anak, berat badan yang tidak bertambah sesuai kurva pertumbuhan normal (gagal tumbuh) adalah tanda gizi buruk kronis.
- Perubahan pada Kulit, Rambut, dan Kuku:
- Kulit: Terlihat kering, bersisik, pucat, mudah memar, atau bahkan terdapat luka yang sulit sembuh. Pada kasus tertentu, bisa muncul bercak pigmentasi.
- Rambut: Rambut terlihat kusam, kering, mudah rontok, tipis, atau bahkan berubah warna menjadi kemerahan/pirang (terutama pada anak).
- Kuku: Kuku rapuh, mudah patah, atau cekung (spoon nails) akibat kekurangan zat besi.
- Pembengkakan (Edema): Terutama pada kaki, tangan, dan wajah. Ini bisa menjadi tanda kekurangan protein (kondisi yang dikenal sebagai Kwashiorkor pada anak), di mana cairan menumpuk di jaringan tubuh.
- Perut Membuncit (pada Anak dengan Kwashiorkor): Meskipun tubuh kurus, perut anak terlihat buncit akibat penumpukan cairan dan pembesaran organ hati.
- Wajah Kering dan Pucat: Terutama di area mata, bisa jadi indikasi kekurangan vitamin atau mineral.
- Mata Kering dan Rabun Senja: Kekurangan Vitamin A dapat menyebabkan mata kering (xerophthalmia) hingga rabun senja, bahkan dalam kasus parah bisa menyebabkan kebutaan.
- Luka pada Sudut Bibir atau Lidah Bengkak: Kekurangan vitamin B kompleks (terutama riboflavin, niasin) seringkali bermanifestasi pada sudut bibir pecah-pecah (cheilosis) atau lidah yang bengkak dan merah (glossitis).
- Gusi Berdarah atau Mudah Memar: Ini bisa menjadi tanda kekurangan Vitamin C (skorbut), di mana tubuh tidak dapat memproduksi kolagen dengan baik.
Tanda Non-Fisik dan Perubahan Perilaku
Gizi buruk juga memengaruhi fungsi organ dalam dan perilaku seseorang.
- Penurunan Energi dan Kelelahan Kronis: Merasa sangat lelah, lesu, dan tidak bertenaga meskipun sudah beristirahat cukup. Aktivitas sehari-hari menjadi sulit dilakukan.
- Penurunan Konsentrasi dan Daya Ingat: Otak membutuhkan nutrisi yang cukup untuk berfungsi optimal. Gizi buruk dapat menyebabkan kesulitan belajar, fokus, dan daya ingat yang buruk.
- Sering Sakit atau Infeksi Berulang: Sistem kekebalan tubuh melemah akibat kekurangan nutrisi, sehingga tubuh lebih rentan terhadap infeksi seperti flu, batuk, diare, atau ISPA. Penyembuhan luka juga menjadi lebih lama.
- Perubahan Suasana Hati dan Perilaku: Anak-anak dengan gizi buruk mungkin terlihat lesu, cengeng, mudah marah, atau apatis. Pada orang dewasa, bisa memicu depresi atau kecemasan.
- Gangguan Pertumbuhan (pada Anak): Selain berat badan, tinggi badan anak juga tidak sesuai dengan usianya (stunting), serta perkembangan motorik dan kognitifnya terlambat.
- Sering Merasa Dingin: Tubuh kesulitan menjaga suhu internal karena kurangnya cadangan energi.
- Hilang Nafsu Makan: Paradoksnya, gizi buruk juga bisa menyebabkan hilangnya nafsu makan, memperparah kondisi.
Kapan Harus Khawatir dan Mencari Bantuan Medis?
Jika Anda atau orang terdekat menunjukkan salah satu atau beberapa tanda di atas, terutama jika terjadi secara terus-menerus atau memburuk, segera konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi. Penanganan dini adalah kunci untuk mencegah kerusakan jangka panjang.
Gizi buruk bukanlah masalah sepele. Dengan pengetahuan yang cukup dan kesadaran akan tanda-tandanya, kita dapat mengambil langkah proaktif untuk melindungi diri sendiri dan orang-orang terkasih dari dampak buruknya.
Apakah Anda sudah memeriksa apakah ada tanda-tanda ini pada diri Anda atau keluarga?
Leave a Reply